ARTIKEL RAMBUTAN

ARTIKEL RAMBUTAN

Pengertian Rambutan
Rambutan adalah salah satu tanaman yang multi guna selain dapat dikonsumsi buahnya tetapi semua bagian dari tanaman ini, dari kulit, daun, biji, sampai akar, dapat berfungsi sebagai obat demam, uban, disentri, sariawan, sampai kencing manis, bisa luntur dengan ramuan yang tepat. Bagian tanaman yang bermanfaat : kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya.
Detail manfaatnya adalah sebagai berikut :
1.    Kulit buah      : untuk mengatasi disentri, demam
2.    Kulit kayu      : untuk mengatasi sariawan
3.    Daun            : untuk mengatasi diare dan menghitamkan rambut
4.    Akar             : untuk mengatasi demam
5.    Biji               : untuk mengatasi kencing manis (diabetes melitus)
Pemakaian :

Disentri 
Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai menjadi 1 gelas, minum 2 x sehari.
Demam 
Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Minum 3 x sehari. Menghitamkan rambut beruban.  Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air dan aduk sampai menjadi adonan bubur. Peras dan saring dengan kain, Gunakan untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.
Kencing manis. 
Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1--2 kali sehari.
Sariawan. 
Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat.

Bunga jantan rambutan.
Pohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m. Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur, dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal.
Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan merona (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.



Tumbuhan ini menghasilkan bunga setelah tujuh tahun jika ditanam dari biji, namun pada usia 2 tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif. Rambutan berumah dua, tetapi bersifat androdioecious, ada tumbuhan penghasil bunga jantan saja dan tumbuhan penghasil bunga banci. Tumbuhan jantan tidak pernah menghasilkan buah.
Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. Di daerah Sumatera bagian utara, yang tidak mengenal musim kemarau rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga muncul biasanya setelah masa kering 3 bulan (di Jawa dan Kalimantan biasanya pada bulan Oktober dan November).
Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5 mm atau bahkan lebih kecil. Bunga jantan tidak menghasilkan putik. Tumbuhan banci yang baru berbunga biasanya menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti dengan bunga dengan alat betina (putik). Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadipembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan.
Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas ("rambutan ace"/ngelotok).Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai "musim rambutan". Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga.
Variates Rambutan
Perbaikan varietas yang dilakukan di Indonesia dan sejumlah negara lain hingga saat ini dilakukan oleh lembaga penelitian milik pemerintah. Di Indonesia, Balai Penelitian Buah Solok yang melakukan tugas ini. Pola perbaikan yang diterapkan hingga saat ini adalah seleksi dari plasma nutfah yang tumbuh di berbagai pusat keanekaragaman di Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan, serta Jawa. Lembaga di Malaysia yang melakukan perbaikan kultivar adalah MARDI.
Varietas unggul rambutan yang sudah dilepas Departemen Pertanian Republik Indonesia hingga2005 adalah.
1.    'Rapiah' dari Pasarminggu,
2.    'Bahrang' dari Langkat,
3.    'Lebakbulus' dari Pasarminggu,
4.    'Sibatuk Ganal' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
5.     'Nona' dari Kampar, Riau,
6.    'Binjai' dari Pasarminggu
7.    'Antalagi' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
8.    'Sibongkok' dari Sungai Luhut, Kalimantan Selatan,
9.     'Garuda' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan
10. 'Tangkue Lebak' dari Kecamatan Maja, Banten,
          Selain itu, dikenal pula beberapa ras lokal yang juga dikenal baik untuk keperluan terntentu, seperti 'Sinyonya' dan 'Sitangkue' yang dianjurkan untuk digunakan sebagai batang bawah dalamokulasi.


RAMBUTAN SARAT BUAH MESKI DALAM POT
Banyak orang enggan menanam tabulampot rambutan. Alasannya, susah berbuah. Padahal, jika tahu caranya, tabulampot rambutan pun bisa berbuah lebat, lho. Tanaman buah dalam pot (tabulampot) kini sudah tak asing lagi bagi para pecinta tanaman. Aneka tanaman buah yang dulu hanya ditanam di halaman yang luas, kini banyak ditanam orang di dalam pot. Namun, sepertinya tak banyak orang yang melirik tabulampot rambutan. Kenapa?
Jujur diakui, tabulampot rambutan seringkali mogok berbuah, bahkan tak pernah berbuah sekali pun. Malah, mati sebelum berbuah. Padahal, tanaman rambutan dalam pot sebetulnya bisa menghasilkan buah, asal kita tahu rahasianya.
Rambutan (Nephellium lappaceum) berasal dari Malaysia dan Indonesia. Kerabat dekatnya antara lain leci (N. litchi) dan kepulasan (N. mutabile). Sentral tanaman rambutan tersebar di berbagai daerah, seperti Bogor, Subang, Bekasi, Purwakarta, Semarang, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Jember, Blitar, dan Lumajang, Sleman, Bantul serta DKI Jakarta, khususnya di Pasar Minggu.
Di negeri kita banyak varietas rambutan, entah itu varietas lokal maupun varietas unggul. Untuk varietas lokal, sebut misalnya Aceh Gundul, Aceh Gula Batu, Aceh Gendut, Aceh Kuning, Aceh Padang Bulan, Aceh Garing, Aceh Pao Pao, Aceh Kering Manis, Simacan, Sitangkue, Sinyonya, Brahrang, Hape, dan sebagainya. Sedangkan yang unggul, sekurang-kurangnya ada 8 varie­tas, antara lain Rapiah, Lebak Bulus, Anta Lagi, Sibongkok, Sibatuk Ganal, Garuda, Nona, dan Binjai.
PILIH VARIETAS BINJAI
Pertanyaannya, varietas mana yang akan kita pilih untuk ditanam dalam pot? Belajar dari pengalaman, ternyata varietas Binjai yang “cocok” ditanam dalam pot. Alasannya, lebih cepat berbuah dibandingkan varietas lain. Apalagi jika bibitnya berasal dari okulasi, yang bisa berbuah kurang dari setahun. Varietas Binjai juga memiliki keindahan tersendiri. Ia memiliki 4 – 5 cabang dan karena itu lebih rimbun. Buahnya juga ngelotok dan manis.
Biasanya, wadah tanam tabulampot adalah pot dari tanah liat. Ukurannya tergantung kondisi bibit yang hendak ditanam. Misalnya, untuk bibit setinggi 50 cm, bisa digunakan pot berdiameter 30 cm.
Namun, untuk tabulampot rambutan, sebaiknya gunakan wadah tanam berupa drum. Ukuran drum sebaiknya agak besar, sebab ukuran bibitnya juga agak besar. Sebagai pedoman, gunakan bibit rambutan Binjai setinggi 60 – 75 cm dengan diameter drum sekitar 50 – 60 cm. Drum ini harus diberi lubang-lubang kecil di bagian dasarnya, kemudian diberi ganjalan berupa batu bata atau batako, sehingga pembuangan air penyiraman lancar. Selama ini, banyak variasi media tanam untuk tabulampot.
Misalnya campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1 : 2. Ada juga campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ma sih ada lagi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, atau campuran sekam dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.
Yang perlu diketahui, tabulampot sangat sensitif terhadap media tanam yang memadat, yang mengakibatkan daun cepat mengering lalu rontok. Oleh karena itu, disarankan menggunakan media tanam berupa pupuk kandang seluruhnya. Lebih baik lagi jika pupuk kandang tadi diberi insektisida Furadan 3 G sebanyak 100 gram per drum. Ini untuk mencegah serangan hama.
TAHAP-TAHAP MEMASUKKAN PUPUK KANDANG KE DRUM
Ø  Di atas lapisan batu bata, isikan selapis ijuk atau humus atau
daun-daun kering.
Ø  Masukkan pupuk kandang hingga mencapai 2 cm di bawah
drum.
Ø  Siram hingga cukup basah.
MOGOK BERBUAH?
Keluhan sering muncul ketika tabulampot rambutan tak mau berbuah lagi. Bahkan, seumur-umur hanya berbuah sekali dan setelah itu macet. Padahal, perawatan sudah dilakukan. Termasuk penyiraman dan pemupukan. Jika menghadapi problema seperti itu, jangan cepat-cepat putus asa! Tanaman masih bisa direkayasa, kok.
Caranya, keluarkan tanaman dari drum, amati kondisi fisiknya, lalu pangkas sebagian daunnya. Setelah itu, tanam langsung di tanah. Sementara itu, siapkan juga media tanam (pupuk kandang) yang baru. Bila sudah tampak tunas-tunas baru, pindahkan tanaman dari tanah lapang ke drum. Gampang kan ?
CARA MENANAM BIBIT DALAM POT
Siram media tanam dalam polybag, lalu sobek, dan keluarkan bibit bersama tanahnya. Bila akar, daun, dan cabang tampak panjang, sebaiknya dipangkas.
1.    Gali media dalam drum membentuk lubang. Sesuaikan ukuran lubang dengan ukuran perakaran bibit rambutan.
2.    Tambahkan pupuk NPK, dengan perbandingan 15 : 15 : 15, sebanyak 100 gram, lalu aduk-aduk hingga merata.
3.    Masukkan bibit ke lubang dalam drum. Pelan-pelan, tekan tanah pada bagian pangkal bibit pelan-pelan.
4.    Siram sampai cukup basah.
5.    Untuk sementara waktu, beri tutup kantung plastik transparan dan
letakkan di tempat yang teduh. Jika sudah tumbuh tunas-tunas baru,
singkirkan tutup.

TIPS PERAWATAN
Faktor perawatan kerap diabaikan. Padahal, sangat penting dan kerap jadi kunci keberhasilan penanaman tabulampot rambutan. Perawatan apa saja yang harus kita lakukan?

1. Penyiraman
Di musim kemarau, penyiraman sangat perlu. Jika memakai air PAM, yang biasanya mengandung kaporit, sebaiknya endapkan dulu semalam, dan baru esoknya disiramkan. Namun, usahakan benar-benar jangan sampai air siraman menggenang lebih dari 12 jam. Genangan air bisa merangsang timbulnya penyakit busuk akar.
2.Penggemburan

Ingat, usahakan media tanam tidak memadat. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai merusak akarnya.
3.Pemupukan
Meski media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih diperlukan. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap drum diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu siram hingga cukup basah.
4.Pemangkasan
Pemangkasan tabulampot rambutan di samping untuk membentuk habitus (kanopi) tanaman agar tampak pendek, juga agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan perdana dilakukan saat tanaman berumur kurang dari setahun, atau tinggi batang sekitar 75 – 100 cm dari permukaan drum. Cara pemangkasan adalah, untuk pemangkasan perdana, pilih 3 cabang primer. Bila panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier, dan pilih hanya tiga cabang tersier. Nah, dari ketiga cabang tersier inilah akan terjadi pembungaan dan pembuahan. 

PROPOSAL PENGAJUAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR

PROPOSAL PENGAJUAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR


KELOMPOK BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR
“BINTANG HARAPAN” DESA SURAKARTA
KECAMATAN SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON
Sekertariat : Jl. Surakarta RT 01 Rw 01 Desa Surakarta Kec. Suranenggala



Surakarta,03 Januari 2012
                                                                                                Kepada, Yth        :
                                                                                                Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
                                                                                                Kabupaten Cirebon
Nomor                  : 22/BH-XII/2012                                        Di -
Lampiran             : 1 (satu) bundel                                             Sumber
Perihal                  : Permohonan Bantuan PUMP-PB
                                  Budidaya Ikan Lele.

Dengan Hormat
            Bersama ini kami sampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan c/q Direktur Usaha Budidaya Proposal Permohonan Bantuan Dana Budidaya Ikan Air Tawar Jenis Lele kelompok “BINTANG HARAPAN” Desa Surakarta Kecamataan Suranenggala Kabupaten Cirebon.
            Perlu kami sampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan c/q Direktur Usaha Budidaya bahwa kelompok “BINTANG HARAPAN” Desa Surakarta Kecamatan Suranenggala Kabupaten Ciebon sa’at ini membutuhkan modal usaha untuk peningkatan produksinya. Dengan demikian usaha yang selama ini telah berjalan akan bertambah baik dan dapat menambah jumlah anggotanya.
            Untuk itu kami sangat membutuhkan bantuan tersebut, karena modal awal yang kami miliki masih sangat terbatas.
            Demikian permohonan ini kami buat sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, aras perhatian serta terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.

                                                                                                Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar
                                                                                                           “BINTANG HARAPAN”

Sekertaris                                                                                                       Ketua,




KASNAWI                                                                                                  ADE NURYADI

Mengetahui:
Kuwu Surakarta,



ROFIDI

Tembusan:
1.      Direktur Jenderal Perikanan Budidaya di Jakarta
2.      Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat


SURAT KETERANGAN
Nomor : 117/Des-XI/2011


Yang bertanda tangan dibawah ini Kuwu Surakarta Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon menerangkan dengan sebenarnya bahwa :

1.      Telah terbentuk Kelompok “BINTANG HARAPAN” dengan jenis usaha Budidaya Ikan Lele Usaha Mikro/UMKM.
2.      Kepemilikan tanah tempat usaha adalah milik sendiri dan tidak dalam sengketa.
3.      Pengurus dan anggota kelompok adalah masyarakat Desa Surakarta yang berdomisili di Desa Surakarta.
4.      Pengurus dan anggota kelompok tidak berpenghasilan tetap atau bukan Pegawai Negeri Sipil   (PNS).

Demikian Surat Keterangan ini kami buat untuk digunakan sebagaimana mestinya.



                                                                                                Surakarta, 29 Desember 2011
                                                                                                               Kuwu Surakarta



                                                                                                                     (ROFIDI)

KEPUTUSAN KUWU SURAKARTA
KECAMATAN SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON
NOMOR : 136/DES-XII/2011

TENTANG
PENGESAHAN PENGURUS KELOMPOK BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR
“BINTANG HARAPAN”
DESA SURAKARTA KECAMATAN SURANEGGALA KABUPATEN CIREBON

KUWU SURAKARTA

Menimbang:

a.       Bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka perlu diadakan penataan terhadap Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa Surakarta .
b.      Bahwa penataan terhadap Lembaga Kemasyarakatan di Desa sebagaimana diatur dalam pasal 94 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tetntang Desa, dilaksanakan dengan musyawarah untuk mufakat.
c.       Bahwa penetapan tentang pengesahan Pengurus Kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar “BINTANG HARAPAN” di Desa Surakarta sebagaimana dimaksud huruf b perlu ditetapkan dengan keputusan Kuwu.
d.      Bahwa telah terbentuknya Kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar “ BINTANG HARAPAN “ dengan masa bhakti Ketua dan pengurus selama 3 (tiga) tahun terhitung mulai tanggal 29 Desember 2011 sampai dengan tangal 30 Desember 2013 di Desa Surakarta Kecamatan Suraneggala Kabuparen Cirebon.

Mengingat:

1.      Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaga Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
2.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomer 4587);
3.      Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomer 60 Tahun 2001 tentang Lembaga Kemasyarakatan di Desa dan Kelurahan ;
4.      Peraturan Desa Surakarta Nomor 05 Tahun 2002tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa.




Memperhatikan :

Hasil musyawarah Warga, Tokoh masyarakat, Pemerintah Desa Surakarta dan Instansi terkait ( Penyuluh Perikanan Kecamatan Suranenggala ) tanggal 17 Desember 2011 di Balai Desa Surakarta tentang rapat pembentukan Ketua dan Pengurus Kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar “BINTANG HARAPAN” di Desa Surakarta masa bhakti 2011-2013.
Dalam rapat tersebut Sdr. Irfan terpilih sebagai Ketua beserta pengurus yang lain (terlampir) di Desa Surakarta Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon secara demokratis.

MEMUTUSKAN
Menetapkan    :

Pertama          :

Mengesahkan Ketua dan Pengurus Kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar “BINTANG HARAPAN” di Desa Surakarta masa bhakti 20011-2013 yang nama- namanya sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Keputusan ini.

Kedua              :

Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan akan diadakan perubahan sebagaimana mestinya apabila dipandang perlu.

Tebusan           :
Dst.

Petikan             :
Surat Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan.



                                                                                                Ditetapkan di  : Surakarta
                                                                                                Pada Tanggal  : 29 Desember 2011

                                                                                                      KUWU SURAKARTA,



                                                                                                                                              
(ROFIDI)

Tebusan              :
1.       Yth. Camat SURANENGGALA
2.       Yth. Ketua BPD Surakarta
3.       Yth. Ketua LPMD Surakarta
4.       Yth. Para Ketua RW dan RT di Desa Surakarta
5.       Arsip




Lampiran             :
KEPUTUSAN KUWU SURAKARTA
KECAMATAN SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON
NOMOR : 140/14/Des-XII/2011

TENTANG
PENGESAHAN PENGURUS KELOMPOK BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR
“BINTANG HARAPAN”
DESA KLAYAN KECAMATAN SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON

SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK BUDIDAYA
PERIKANAN AIR TAWAR “BINTANG HARAPAN”

Pelindung                    : KUWU SURAKARTA
Ketua                           : ADE NURYADI
Sekertaris                    : KASNAWI
Bendahara                  : TUDIMAN

Seksi-seksi
Permodalan                : RUSTONI
Alsintan                       : ROLINA
Pengolahan hasil
Dan pemesanan          : DULAJID

Anggota                       : 1 . DIKI
                                2 . KARSANI
                                3 . KASNAWI
                                4 . IRFAN
                               
                                                                                          Ditetapkan di  : Surakarta
                                                                                          Pada Tanggal  : 29 Desember 2011

                                                                                                     KUWU SURAKARTA




                                                                                                             (ROFIDI)


LEMBARAN PENGESAHAN


Judul Usulan Kegiatan       : Pemberdayaan ekonomi masyarakat bidang
                                            Perikanan Air Tawar
Jumlah Usulan Anggaran  : Rp 100.000.000,- ( Seratu Juta Rupiah)


Contact Person yang ditunjuk
Kelompok                          : “BINTANG HARAPAN”
Nama                                : Ade Nuryadi
Jabatan                              : Ketua Kelompok
Alamat                              : Blok 1 Desa Surakarta 01/01 Kec Suranenggala Kab. Cirebon
HandPhone                        : 087728724734




Mengetahui :                                                                Cirebon, Desember 2011
Penyuluh Perikanan Kecamatan                                                     Disampaikan oleh,
            Suranenggala,                                                        Kelompok Budidaya Perikanan Air
                                                                                                    Tawar “Bintang Harapan”





     (…………………………….)I                                                                   (ADE NURYADI)
Nip :




BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Desa Surakarta Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon merupakan daerah berpenduduk cukup padat dan masyarakat sebagian besar berprofesi sebagian Petani dan Nelayan. Walaupun demikian Tingkat kesejahteraan masyarakat masih memperihatikan, masih banyak warga kami yang tergolong dibawah garis kemiskinan ditambah lagi dengan meningkatnya jumlah pengangguran dari anak-anak lulus sekolah yang belum mendapatkan kesempatan kerja. Untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di Desa Surakarta, kami berusaha melakukan upaya-upaya melalui Kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar memberdayakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada sehingga dapat melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Budidayakan Perikanan Air Tawar yang menjadi pilihan kami meningkat Desa Surakarta adalah merupakan Desa yang memiliki lahan luas dan sumber air tawar yang mudah untuk kegiatan tersebut.

untuk memperoleh informasi, melalui program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (Usaha pengembangan Budidaya Air Tawar dewasa ini semakin berkembang hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kualitas hidup masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi berupa ikan air tawar sebagai salah satu protein yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Pengembangan usaha Budidaya Air Tawar sebagai usaha alternative di sektor pertanian cukupmemberikan prospek pasar yang baik hai ini ditandai semakin meningkatnya kebutuhan perbaikan kualitas hidup dan dari tahun ke tahun semakin meningkatnya pertumbuhan penduduh yang berimplikasi terhadap bertambahnya permintaan akan ikan air tawar baik di didalam maupun diluar Kabupaten Cirebon.
Untuk mengembangkan usaha dimaksud, potensi yang dimiliki masih sangat terbatas dan menemui kendala dalam hal akses dengan lembaga-lembaga Pemerintah dikarenakan lemahnya sumber daya kelompok PUMP) kami berupaya untuk dapat fasilitas guna membuka peluang usaha kelompok masyarakat dalam kegiatan perikanan berupa budidaya ikan air tawar.
Visi dan Misi dari kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar ditunjukan untuk membantu Pemerintah dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, penyerapan tenanga kerja sector informal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kegiatan sector budidaya perikanan air tawar.

1.2. Tujuan
·         Mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis sesui dengan potensi wilayah;
·         Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agbisnis Pengurus Kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar.
·         Memberdayakan kelembagaan petani,. Nelayan dan perilaku ekonomi lainnya untuk pengembangan kegiatan udaha agribisnis.
·         Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani/nelayan menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan.

1.3. Sasaran
·         Meningkatkan kesejahteraan para petani dan Nelayan terutama yang tergolong dari kalangan warga kurang mampu ;
·         Terciptanya sebuah pengembangan usaha harian, mingguan, maupun musiman.


BAB II
PROFIL KELOMPOK TANI

1.      Identitas
Nama Lembaga                      : Kelompok Budidaya Perikanan Air Tawar “BINTANG
  HARAPAN”
Alamat                                                : Blok 1 Desa Surakarta 01/01 Kec Suranenggala Kab
  Cirebon
Contact Person                        : 087728724734
Jumlah Anggota                      : 6 ORANG

2.      Struktur Organisasi
Ketua                                       :Ade Nuryadi
Sekertaris                                :Kasnawi
Bendahara                              :Tudiman

Anggota                                   : 1 .KARSANI
                                                  2 .ROLINA
                                                  3 .DIKI
                                                  4 .RUSTONI
                                                  5 . DULAJID
                                                  6 . IRFAN

                                                 
 BAB III
RENCANA USAHA YANG DIUSULKAN

3.1. Bidang Usaha
               
                Bidang usaha yang akan dilakukan oleh kelompok budidaya Perikanan Air Tawar “ BINTANG HARAPAN “ adalah Budidaya Ikan Air Tawar dengan menggunakan media Terpal yang meliputi : pengadaan dan pematangan lahan Terpal, Pengadaan Mesin Pompa, bibit ikan, pakan, dan obat-obatan. Ikan yang akan di budidayakan berupa ikan Lele.

3.2. Lokasi dan Gambaran Teknis/Kelayakan Usaha

Lokasi Usaha.
Kegiatan ini dikonsentrasikan diwilayah Desa Surakarta Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon, tepatnya di Halaman/Pekarangan kosong milik warga yang dikelola langsung oleh para Petani dan Nelayan serta warga kurang mampu lainnya yang tergabung dalam Kelompok “BINTANG HARAPAN”. Lokasi yang ada dari segi transportasi pengangkutan pasca panen sangat mudah dijangkau dan dekat dengan sumber air tawar dari aliran sungai maupun sumber air sumur.

Penyiapan dan Pematangan Lahan.
Saat ini lahan berupa Halaman?pekarangan Rumah yang tersedia dengan luas yang cukup sebanyak 20 bidang, seluruhnya terletak diatas tanah milik warga maupun Tanah kas desa Surakarta dan kondisinya perlu perbaikan karena banyak ditumbuhkan tanaman liar dan dibiarkan terlantar disebabkan para anggota kesulitan untuk mendapatkan modal.

Penggadaan bibit ikan lele.
Pengadaan ikan lele sangat mudah diperoleh di wilayah kabupaten Cirebon maupun daerah-daerah sekitarnya seperti : Majalengka, Kuningan dan Subang.

Pemberian Pakan.
Pakan merupakan factor penting menentukan untung atau tidaknya usaha budidaya ikan. Pakan biasanya terdiri dari dua jenis yaitu pakai utama yaitu berupa pellet dan obat-obat dengan perbandingan tertentu. Dalam satu hari pemberiaan pakan ikan dilakukan tiga kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore hari. Selain itu desa Surakarta merupakan desa yang kaya dengan pakan alam bagi pertumbuhan ikan lele bahkan ikan jenisa lainya.

Manajemen kesehatan
Faktor kesehatan ikan sangat penting untuk diperhatikan terutama dalam penyidaan air, penggantian air, angin, cuaca ketersediaan plankton pendukung serta perlakuan obat-obatan secara rutin guna meningkatakan kualitas ikan pada saat panen.
BAB IV
STRATEGI PEMASARAN

Agar mampu bersaing dengan pasar yang sudah ada, maka dilakukan bentuk-bentuk strategi pemasaran sebagai berikut :
                       
a)      Menghasilkan produk berkualitas dan sehat
b)     Harga ditetapkan berdasarkan dengan kilioan, penetapan harga disesuaikan dengan harga pemasaran sepanjang tidak mengalami kerugian.
c)      Memposisikan budaya ikan lele sekaligus sebagai “supermarket” ikan, dengan standar, dimana konsumen bisa langsung melihat ternak dan harganya, Bila cocok bisa langsung bayar dan tidak ada proses tawar menawar seperti dipasar lckal.
d)     Melakukan kerjasama pemasaran secara langsung ke hotel, restoran, rumah makan dan pasar tradisional untuk ke-empat target pasar ini, dilakukan diservikasi produk dan harga.
e)      Promosi lewat pembuatan leaflet dan brosur yang dikirim calon konsumen dan melalui media elektronik (internet dan radio).
f)       Melakukan keja sama dengan rekanan  luar daerah (khususnya di JABODETABEK),


BAB V
 KESIMPULAN DAN PENUTUP


A.      Kesimpulan
Program pemberdayaan Ekonomi masyarakat melalui Pengembangan Usaha Agribisnis Tani Budidaya air tawar dapat memberikan prospek yang cara apabila ditunjang dengan:
1.      Sarana dan prasarana yang mencukupi
2.      Peralatan yang lengkap
3.      Dukungan modal
4.      Dukungan program dari pemerintah/Dunia usaha

B.      Penutup
Keberhasilan suatu proses pencapaian tujuan akan tidak memiliki makna apabila tidak adanya tindak lanjut  atas upaya pencapaian tersebut, oleh kerana itu kelopok tani Bintang Harapan melalui pemberdayaan Ekonomi masyarakat sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi kerakyataan dalam proses kearah tersebut masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani akan senantiasa terus melakukan pembenahan-pembenahan dengan mempertahankan yang sudah berjalan serta meningkatkan agar bisa lebih baik sesuai dengan apa yang diharapkan.  
Demikian prosposal ini disampaikan kepada kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten Cirebon untuk dijadikan bahan pertimbangan, atas perhatianya dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Cirebon, Desember 2011
Kelompok budidaya perikanan Air Tawar “ BINTANG HARAPAN”


        Ketua,                                                                                                      Sekretaris




(ADE NURYADI)                                                                                                (KASNAWI)                             

   Mengetahui :
             Kuwu Surakarta,



                 (ROFIDI)








Powered by Blogger.

Analisis Perilaku Konsumen

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah...

Total Pageviews

Search This Blog

Translate

Facebook

Comments

Ads

Ads

Advertising

About

Popular Posts

Popular Posts